Friday, April 9, 2010

OPINI (Happy Family)

        Kebahagiaan yang sebenarnya adalah ketika seseorang merasa nyaman lahir dan bathin dengan suasana dan kondisi yang dirasakannya, seperti apapun itu. Keluarga merupakan salah satu wadah tempat berbagi canda, tawa, suka dan duka  antar sesama penghuninya. Dengan menciptakan suasana sederhana dalam keluarga paling tidak mampu meminimalisir segala keruwetan kehidupan, baik dari gaya hidup, status sosial, ambisi, bahkan sensasional yang kadang muncul bagi orang yang berlimpah harta. Bukan berarti seseorang dilarang untuk menjadi orang yang memiliki kecukupan secara materi, namun bagaimana kita mampu berperan lebih banyak ketimbang harta yang kita miliki untuk membahagiakan keluarga, terutama dengan mencurahkan kasih sayang yang cukup kepada sang buah hati, maupun istri. Tapi banyak diantara kita yang salah persepsi dengan defenisi dan cara mendapatkan kebahagiaan, diantaranya yang berpendapat bahwa harta adalah penentunya. Bayangkan jika seorang anak yang yang jarang kita ajak bercengkerama dalam keakraban sebagai orangtua dan anaknya, namun hanya dicukupkan secara materi dari kecil hingga ia dewasa, dengan segala kemewahan dan terpenuhi semua keinginannya, dan seluruh pengasuhannya diserahkan kepada pembantu, tentu sebuah kesalahn besar, baik dari segi psikologi anak hingga minimnya hubungan dalam keluarga dan semua ini tentu mengindikasikan kurangnya kebahagiaan dalam keluarga tersebut. Keluarga yang bahagia adalah sebuah hubungan psikologis yang maksimal antar anggota keluarga, hingga setiap individunya merasakan kenyamanan lahir dan bathin.

0 comments: